Senin, 01 Oktober 2012

[Story] The Last and New Battle : part 7

 The Last and New Battle


---PriZzzZt---Back to School---

  
          "Dringggggggggg", bunyi alarm membangunkan Prizz, "HAhh, aku bangun jam segini..?", gumam Prizz sambil menguap.
"Apa Rex sudah bangun atau belum ya..", ucap Prizz lalu keluar dari kamar tidurnya. Aroma sedap tercium seketika Prizz membuka pintu kamarnya, "Hmmm, aromanya..", ucapnya sambil berjalan ke ruang makan.
"Pagi, Prizz..", sapa Rex yang sedang memegang segelas kopi. Terlihat sarapan yang menggugah selera tertata rapih di atas meja makan.
"Wow, nggak disangka Rex, ternyata kamu jago masak ya..", jawab Prizz dengan penuh kekaguman.
"Untuk tinggal disini, Setidaknya aku bisa membuat makanan." ucap Rex.
Setelah membasuh mukanya dan berpakaiaan seragam Prizz menghabiskan sarapannya bersama Rex, belum juga selesai makan.
"Hoii, Prizz...", teriak Winnie dri luar rumah.
Prizz bergegas keluar dan menyapa Winnie "Pagi win, hebatkan sekarang nggak kesiangan.. hehehee.."
Winnie hanya terdiam saat seorang cowok gagah berambut perak keluar tepat dibelakang Prizz.
"Win, hoi kenapa kamu.?", tanya Prizz,
"um um, um Prizz dia siapa..", ucap Winnie dengan terbatah-batah, "Siapa..?", lalu Prizz menengok kebelakang.
"loh Rex, kenapa kamu juga ikut keluar. bukannya tadi lagi sarapan ya?", ujar Prizz.
"Aku juga mau ke sekolah.." jawab Rex.
  
           Winnie hanya kebingungan saat mereka berdua terlihat sangat akrab "Rex siapanya Prizz ya.. mungkin gak sodaranya ya, ahh, tapi kan dia cuma punya 1 sepupu, Mungkinkah dia,,. hhaahh", gumam Winnie dalam hatinya dengan dipenuhi rasa penasaran.
"Win, kenapa kok diem aja..", tanya Prizz.
"Ng-nggak papa kok", jawab Winnie, lalu dia menarik tangan Prizz dan berbisik kepadanya
"tuh cowok siapa mu.. kok kamu belum cerita sama aku sih..", bisik Winnie.
"Ohh, dia, ntar deh aku ceritain, gak enak sekarang.." jawab Prizz.
"HOAMM,, bisikin apaan sih kalian..?" tanya Rex pada mereka.
"Oh, nggak.. hheheh", jawab Prizz sambil tertawa kecil.
Akhirnya mereka pun menaiki jemputan tepat waktu, dan mereka melaju ke sekolah.

          "SSSrrRrrttttt", bis pun berhenti.
"Umm, Rex kamu berasal dari mana.?", tanya Winnie.
"Aku dari VIRGINLAND, gak jauh kok dari wilayah ether..", jawab Rex.
"Owhhh", "Oh iya Rex kamu masuk fakultas apa.. di Hue.." tanya Prizz.
"Ntar juga tau kok, kalau begitu aku duluan ya ke kantor kepsek" ucap Rex mengarah ke kantor kepsek. Belum jauh Rex berlalu,
"Hoiiii, Prizz, Winn...." teriak Diz sambil berlari ke arah keduanya.
"Apa sihh..?", jawab Prizz.
"Dia siapa, siapa tuh cowok, jangan-jangan kalian berdua mau mengkhianati ku ya... hahh. hahh.??", ucap diz.
"Apaan sih Diz pagi-pagi.", jawab Prizz.
"Iya apaan sih, dia itu pangeran dari Utara yang mau menjemput ku , hwehehehe", sambung Winnie.
"Hah", "kamu juga win apaan sih.. yaudah yuk kita ke kelas, ntar aku ceritain semuanya di klub" ucap Prizz.
Lalu mereka pun bergegas ke ruang kelas.

    "Selamat Pagi anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru.. dia pindahan dari sekolah di Utara.. Ayok masuk..",  sapa pak guru disertai pengumuman. Para murid pun mulai bertanya-tanya siapa.
"murid baru.? masa dia..", gumam Prizz.
"Jreklek" pintu pun dibuka.. "Ayo perkenal kan diri kamu..", ucap pak guru.
"Iya pak,.. Hai semuanya saya Rex, murid pindahan dari VIRGINLAND, mohon bantuannya semua..".
"Loh Rex..", ucap Prizz.
"Ada apa Prizz..", tegur pak guru "Kalau begitu Rex kamu duduk di belakang sana ya".
"Iya pak", jawb Rex. Murid-murid pun mulai membicarakan Rex. "Bla-Bla-Bla-Bla-Bla-Bla", "DIAMM", teriak pak guru.
"Hai Rex,.", sapa Winnie yang duduk di sebelah Prizz.
"Rexx jangan harap kamu bisa mengubah posisi ku.", ucap Diz yang duduk di samping Rex dengan nada yang menangtang.
"Huhhh", Prizz cuma bisa menghela nafasnya, "aku rasa gak sekarang deh nyeritain tentang Rex..", gumam Prizz dalam hati sambil menyandarkan palanya ke meja.

          Siangnya saat jam istirahat mereka berempat pun menuju ruang klub.
"Hoii, kok dia diajak sih,", ucap Rex, "Udah gakpapa sekalian aku kenalin siapa sebenernya Rex."
"Sebenernya", ucap kompak Dize dan Winnie.
Mereka pun sampai di ruang klub lalu Prizz pun mulai menceritakan tentang kebenaran Rex.
"Hah, kamu Spiritualis..", ucap Winnie dan dize dengan ekspresi terkejutnya,
lalu Rex menyambung cerita tentang dirinya.
"Bener-bener nggak bisa dipercaya... oh iya Rex karna kamu udah cerita panjang lebar,gimana kalau gabung ke klub kita.. pasti seru", ajak Winnie dengan senyuman.
"Hahh, nggak bisa..", ujar dize.
"gak bisa apaan, emang kamu di sini kaptennya, kalau gitu kita ambil suara.." ucap Winnie.
Akhirnya Rex pun bergabung ke klub setelah mereka bertiga mengangkat tangan. Mereka pun kembali ke kelas, saat melintasi mading Prizz berhenti saat melihat info akan dilaksanakannya sebuah festival sekolah.
"Hoii, liat deh ada festival buat semua klub di akademi Hue, wow hadiahnya lumayan juga tuh, gimana kalau kita ikut..?" ajak Prizz pada teman-temannya.
"Emang festival apaan..?", tanya Rex.
"Ini tuh festival untuk menentukan klub terhebat di akademi hue.. klub kita gak pernah ikut, karena anggotanya minimal 4, dan sekarang kan ada kamu Rex.." jawab Winnie dengan senyuman seperti biasanya.
Mereka pun akhirnya mendaftarkan klub mereka dan berharap mampu menang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar